Home » » Interaksi Manusia dan Komputer

Interaksi Manusia dan Komputer

Written By Anonymous on Selasa, 02 April 2013 | 07.35

Istilah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK - Human Computer Interaction / HIC) baru digunakan secara luas beberapa waktu belakangan ini, namun mengakar dari bidang yang telah mapan sebelumnya. Studi ini telah dimulai dari saat perang dunia kedua dengan munculnya keperluan untuk menghasilkan sistem persenjataan yang efektif sehingga dipelajari interaksi antara manusia dengan mesin. Hal ini kemudian mendorong munculnya ketertarikan para peneliti di bidang ini dan membentuk suatu perkumpulan peneliti bidang ergonomic (Ergonomics Research Society).
Ergonomi menitikberatkan pada karakteristik fisik mesin dan sistem, dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi kinerja user. Human Factor (factor manusia) meliputi studi tentang manusia dan tingkah lakunya dalam menggunakan mesin alat-alat teknologi dan sistem dalam menyelesaikan tugas. Kedua bidang ini memperlihatkan kinerja user dalam konteks semua jenis sitem, apakah itu komputer, mekanik, atau manual.
Bidang lain yang juga mempengaruhi studi interaksi manusia dan komputer adalah ilmu dan teknologi informasi, yang membahas teknologi dan memperhatikan manajemen dan manipulasi informasi dalam suatu organisasi.




        IMK melibatkan desain, implementasi dan evaluasi sistem interaktif dalam konteks tugas dan pekerjaan user.
        Dalam lingkup Interaksi Manusia dan Komputer, user adalah individual user, sekelompok user yang bekerja bersama, atau juga sekumpulan user dalam suatu organisasi, masing-masing menghadapi sebagian dari tugas atau proses dan berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan menggunakan teknologi. Komputer adalah teknologi dari desktop sampai sistem komputer besar, sistem pengontrolan proses atau sistem embedded. Sistem ini dapat mencakup komponen non komputer, termasuk orang. Interaksi adalah komunikasi antara user dengan komputer, dapat secara langsung (direct) maupun tidak langsung (indirect). Komunikasi langsung melibatkan dialog dengan umpan balik (feedback) dan control selama pelaksanaan tugas/kerja. Komunikasi tidak langsung dapat berupa background process atau proses batch.

IMK merupakan subyek multi disiplin yang melibatkan berbagai bidang ilmu Desainer sistem interaktif yang ideal harus memiliki keahlian diberbagai bidang seperti :
·         Psikologi dan ilmu kognitif yang memberikan dasar pengetahuan mengenai persepsi user, kognitif, kemampuan memecahkan masalah.
·         Ergonomi yang memberikan dasar pengetahuan mengenai kemampuan/karakteristik fisik user.
·         Sosiologi yang membantu pemahaman mengenai konsep interaksi secara luas.
·         Ilmu komputer dan teknik rekayasa untuk membangun teknologi yang dibutuhkan.
·         Bisnis yang memberikan pengetahuan agar mampu memasarkan hasil.
·         Desain grafis agar mampu untuk menghasilkan presentasi yang efektif mengenai interface.
·         Technical writing agar mampu membuat manual.
·         Dan lain-lain.
  
      
        Bagaimana konsep dan metode dari seluruh bidang ini dapat memberikan kontribusi dalam perancangan sistem interaktif yang baik ? Mungkin kita harus lebih pragmatis tidak sekedar hanya teoritis. Kita ingin mengaplikasikan konsep-konsep tersebut bukan hanya mendapatkan pemahaman teori yang mendalam. Sasaran kita adalah multi disiplin tapi praktis. Kita berkonsentrasi secara khusus pada ilmu komputer, psikologi dan konsep kognitif dan pengaplikasiannya pada desain Bidang/Disiplin ilmu lainnya sebagai masukan jika diperlukan.
Sehingga dapat disimpulkan IMK terkait dengan suatu sistem interaksi/interface yang secara artistik baik dan mampu memenuhi kebutuhan tugas user. Dengan kata lain merupakan perpaduan seni dan sains secara menyeluruh.
Share this article :

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

My University

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Taeganger - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger